Think & Write

Thursday, August 28, 2008

Februari

KEMURAHAN HATI RADIKAL
Jumat, 1 Februari 2008
1 Timotius 6:18
Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam perbuatan baik,
suka memberi dan membagi

Cindy Kienow, seorang pegawai sebuah restoran terkenal di Hutchinson, Kansas, sedang menunggu salah satu pelanggan tetapnya selama tiga tahun. Ia selalu memberi tip besar kepada Cindy, bahkan kadang sampai setengah dari uang yang ia belanjakan di situ. Suatu hari, ia melakukan hal yang tidak lumrah, yaitu memberi Cindy tip sebanyak 90 juta rupiah ketika ia membeli makanan seharga Rp 234.000,00. Ia berkata pada Cindy, “Ketahuilah, ini bukan lelucon.” Sungguh radikal kemurahan hati yang ditunjukkan orang ini!
Paulus menasihati Timotius supaya ia mendorong orang-orang kaya dalam jemaatnya untuk menunjukkan kemurahan hati yang radikal (1 Timotius 6:18). Timotius melayani di sebuah kota yang makmur, yaitu Efesus, yang sebagian jemaatnya adalah orang kaya. Beberapa di antara orang-orang kaya itu tak memahami tanggung jawab mereka terhadap kerajaan Allah. Jadi, Paulus menantang Timotius supaya ia memperingatkan mereka bahwa kekayaan yang banyak menuntut tanggung jawab yang besar pula. Termasuk untuk menjadi rendah hati, untuk mengandalkan Allah dan tidak mengandalkan kekayaan, dan menggunakan uang untuk melakukan kebaikan. Cara mereka mengurus keuangan akan mencerminkan sikap hati mereka.
Walaupun kita tidak kaya, Allah juga memanggil kita untuk menunjukkan kemurahan hati yang radikal. Kita bisa membagikan sesuatu yang kita miliki dan banyak melakukan kebaikan. Jika kita bisa bermurah hati dalam masalah keuangan, kita akan lebih bisa bermurah hati dalam bidang lain yang berkaitan dengan umat Tuhan dan pekerjaan-Nya ( zoe )

Refleksi : Ketika kita menyerahkan diri kepada Tuhan maka kita akan lebih mudah memberikan hal lain !







































TIDAK DIBUANG
Sabtu, 2 Februari 2008
Mazmur 113:1-9
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur

Selama beberapa tahun saya pernah bekerja di sebuah lembaga yang melayani para pecandu obat bius, dan saya menyaksikan bagaimana Kristus mengubah mereka yang sebelumnya tidak memiliki pengharapan. Ketika sebuah suratkabar memuat artikel tentang pelayanan kami, saya menerima sepucuk surat tanggapan dari seseorang. Ia berpendapat, "Anda hanya membuang waktu bekerja untuk para pecandu obat bius yang tidak berharga itu. Mereka seharusnya diberi suntikan mematikan dan dibuang ke tempat sampah."
Sungguh tidak berperasaan! Para pecandu ini membutuhkan kabar baik dalam dosis tinggi. Mereka (termasuk juga penulis surat itu) perlu mendengar bahwa Allah tidak pernah membuang orang-orang berdosa ke timbunan sampah. Namun sebaliknya, Dia sangat mengasihi dunia ini sehingga Dia mengutus anakNya yang tunggal untuk mati bagi dosa-dosa kita. Dan barangsiapa percaya kepadaNya, tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).
Ada orang yang pergi ke tempat pembuangan sampah untuk mencari barang-barang yang dapat ditebus atau diperbaiki. Menurut Mazmur 113:1-9, Allah melihat dengan hati yang penuh belas kasihan kepada mereka yang terbuang. Dia mencari jalan untuk mengangkat mereka keluar dari debu dosa dan maut, dan memberikan tempat yang terhormat dan terpuji kepada mereka, Yohanes 3:7-9.
Jika demikian respon Allah terhadap dunia yang terbuang ini, maka kita pun seharusnya berbuat demikian. Kita yang sebenarnya telah hilang karena ditenggelamkan dosa, telah diangkat ke dalam kehidupan yang baru. Allah berkata kepada orang-orang berdosa, "Tak ada yang dibuang!"
( JEY )

Refleksi : Bagaimana sikap kita sendiri terhadap orang-orang seperti yang diceritakan diatas ?







































MEMPERHATIKAN ORANG LAIN
Minggu, 3 Februari 2008
Matius 6:20
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya

Fritz Kreisler (1875-1962) yang berasal dari Austria adalah salah satu pemain biola terkenal. Ia mencengangkan penonton di seluruh dunia dengan keahliannya. Sebenarnya ia dapat memasang tarip yang sangat tinggi untuk pertunjukkannya, tetapi ia tidak mau dan ia tidak pernah menjadi kaya.
Kreisler pernah berkata, "Saya tidak pernah memiliki anggapan bahwa uang yang saya peroleh adalah milik saya pribadi. Uang itu milik umum. Uang yang saya peroleh hanyalah dana yang dipercayakan kepada saya untuk saya kelola." Berbicara kepada istrinya, sebagaimana kepada dirinya sendiri, ia berkata, "Secara moral saya merasa bersalah jika saya memesan makanan yang sangat mahal, karena itu berarti saya merebut sepotong roti dari orang lain atau sebotol susu dari seorang anak.... Kami belum memiliki rumah tinggal walaupun kesuksesan saya selama ini memungkinkannya. Di sekeliling kami, di seluruh dunia, berderet orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal!"
Menjadi murid seorang Guru yang rela meninggalkan istana gading dan kemuliaanNya, dan datang ke dunia tanpa memiliki tempat tinggal adalah suatu tantangan (Matius 8:20). Apakah kita seperti Fritz Kreisler yang penuh perhatian terhadap orang-orang yang lapar dan yang tidak memiliki tempat tinggal? Apakah kita benar-benar memperhatikan orang-orang yang membutuhkan Roti Hidup -- orang-orang yang tidak akan memiliki "rumah" yang kekal sampai mereka mendengar dan percaya kepada Injil?
Kita patut bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Marilah kita menjadi orang-orang yang memperhatikan orang lain (VCG )

Refleksi : Orang yang memperhatikan orang lain adalah orang membagi berkatnya kepada orang lain.






































KAUM ZELOT ?
Senin, 4 Februari 2008
Bible Background

Perkenalan kita dengan Zelot adalah karena Simon muda, salah satu rasul Tuhan Yesus dikenali sebagai orang Zelot. Ada sedikit kerancuan tentang istilah ini, bisa diartikan orang yang mati-matian membela (sangat bersemangat, Zealous) tapi juga bisa berarti partai zelot Bila pengertian yang dimaksud adalah pertama maka Paulus menyebut diri demikian (bnd.Kis.23:3, Gal.1:14) dan orang-orang Kristen di Yerusalem (Kis.21:20). Alkitab tidak banyak membahas dan tidak memberikan sama sekali gambaran apakah dan bagaimanakan sebenarnya partai Zelot itu?
Keterangan mengenai partai ini diperoleh dari tulisan Yosephus (ahli sejarah Yahudi) yang menyatakan bahwa paham dari partai ini adalah filosofi keempat bagi kehidupan kaum Yahudi. Partai ini didirikan oleh Yudas, orang Galilea, yang memimpin pemberontakan terhadap Roma pada AD 6. Mereka menolak untuk membayar upeti kepada Kaisar kafir, yang berarti peghinaan bagi Yahweh yang adalah Raja sejati kaum Israel.
Kelompok ini disebut Zelot karena sebenarnya mengikuti teladan dari imam Mattias dan keempat anaknya yang bangkit menegakkan kembali berlakunya Taurat ketika Antiokhus IV berusaha untuk menghapusnya. Juga mengambil teladan dari Pinehas, anak Harun yang membela Taurat dengan membunuh kaum Israel yang berbuat dosa (bnd Bil.25:11).
Meskipun pemberontakan mereka berhasil dilumatkan tapi semangat mereka terus hidup hingga 60 tahun kemudian. Keluarga Yudas turun temurun memimpin partai ini. Ada 2 orang puteranya yang berhasil ditangkap pemerintah dan disalibkan pada tahun AD 46, di bawah perintah dari prokurator Alexander. Bahkan salah satu keturunannya, Menahem berusaha untuk menggelorakan gerakan anti-Roma pada AD 66.
Kaum Zelot ikut terlibat dalam peperangan revolusi AD 66-73, dimana Yerusalem dihancurkan oleh jendral Titus pada AD 70. Benteng pertahanan terakhir kaum Zelot adalah di istana musim panas Herodes, Masada, yang berhasil mereka kuasai. Istana ini dibangun oleh Herodes dengan segala kemegahan dan kemewahan Romawi, terletak di sebelah Selatan dari Laut Mati. Tapi pengepungan Roma usai pada 14 Mei AD 74, ketika mereka menemukan seluruh penghuni di benteng itu mati bunuh diri semua dengan cara saling menusuk temannya sendiri.
Kelompok ini dikenal sebagai manusia berpedang. Mereka menghalalkan pembunuhan terhadap siapapun yang dianggap sebagai musuh terhadap Taurat. Hal ini sempat mengganggu keamanan negeri karena mereka tidak hanya membunuh orang-orang Roma dari belakang tapi bahkan juga kaum Yahudi yang dianggap sebagai orang-orang yang tunduk kepada musuh. Semangat pemberontakan mereka masih terus berkobar meskipun secara resmi partai ini tak ada lagi, kemungkinan besar kemerdekaan Israel 14 Mei 1948 diilhami oleh peristiwa Masada.. Lambang dari kekerasan hati kaum yahudi yang rela mati demi kemerdekaan mereka dan tak pernah mau dikuasai oleh para penjajah. ( PL )




























IBADAH YANG LOGIS ... !
Selasa, 5 Februari 2008
Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Sebetulnya Roma 12:1 dapat diterjemahkan demikian, Karena itu, saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang logis. Kata “sejati” dalam terjemahan Alkitab versi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) sebetulnya dari kata Yunani “logikos” yang berarti “masuk akal, logis, sudah seharusnya.”
Mengapa mempersembahkan tubuh kepada Tuhan adalah ibadah yang logis? Dalam kehidupan jemaat di kota Roma yang notabene sebagian dari mereka adalah orang Yahudi dan sebagian lagi adalah orang Yunani, praktik mempersembahkan kurban bukanlah suatu yang asing. Bagi orang Yahudi, mereka telah biasa membakar kurban entah itu lembu, kambing atau burung kepada Tuhan. Sedangkan bagi orang Yunani yang menyembah dewa-dewa, mereka terbiasa untuk mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa mereka.
Tetapi Rasul Paulus memberikan perintah yang lain dari biasanya. Mereka tidak disuruh untuk mempersembahkan hewan tetapi tubuh mereka. Tentu saja ini tidak berarti mereka menyembelih diri mereka dan dibakar untuk persembahan kepada Tuhan! Tetapi mempersembahkan tubuh berarti mempersembahkan seantero hidup kita kepada Tuhan. Mengapa harus mempersembahkan tubuh atau hidup? Di awal ayat ini Paulus telah menjelaskan bahwa hanya karena kemurahan Allah kita bisa diselamatkan. Juga dalam Roma 11:36 Paulus berkata bahwa segala sesuatu termasuk diri kita adalah dari Tuhan dan bagi Tuhan saja karena Yesus telah memberikan segala-galanya bahkan hidup-Nya untuk kita.
Oleh sebab itu bukan mempersembahkan hewan, melainkan hanya mempersembahkan seluruh hidup kita, untuk hidup menyenangkan hati Tuhan (Kolose 3 : 23), itulah ibadah yang paling logis, meskipun itu tidak sebanding dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Selamat beribadah dengan hidupmu! ( zoe )

Refleksi : Memberikan diri seutuhnya kepada Kristus sangatlah penting karena dengan begitu kita mengucap syukur dan membalas cinta kasih Tuhan !

































MANUSIA LABU
Rabu, 6 Februari 2008
2 Korintus 9:7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita

Di Colorado Springs, orang-orang memanggil Nick Venetucci “Manusia Labu”. Selama 50 tahun setiap musim gugur, ia mengundang ribuan anak sekolah untuk mengunjungi tanah pertaniannya di sepanjang pinggir Sungai Monument Creek, untuk memetik sebuah labu gratis, dan membawanya pulang. Nick suka berjalan-jalan di sepanjang ladangnya bersama anak-anak, membantu mereka menemukan labu “ yang tepat ”.
Suatu kali di sekolah dasar setempat, yang diberi nama Venetucci untuk menghormati si Manusia Labu, sang kepala sekolah berkata, “Ia mengajarkan anak-anak definisi kemurahan hati. Ia memberi, memberi, memberi, dan tidak pernah mengharapkan balasan kembali.” Ketika Nick meninggal pada usia 93 tahun, masyarakat menyebutnya sebagai pahlawan karena semangat kebaikan dan ketulusan hatinya.
Nick Venetucci membagikan buah dari hasil pekerjaannya karena ia memang menginginkannya. Alkitab mendorong kita semua untuk memberi dengan cara seperti ini: “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Korintus 9:7,8). Kasih karunia berasal dari Allah; pemberian berasal dari hati kita. Manfaatnya menyebar kepada lebih banyak orang daripada yang bisa kita bayangkan. Manusia Labu menunjukkan kepada kita bagaimana cara melakukannya —DCM

Refleksi : Pemberian paling mulia berasal jauh dari dalam hati !







































KEMISKINAN ROHANI ( Memiliki hati yang hancur )
Father’s Heart
Kamis, 7 Februari 2008
Mazmur 34:19
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Apa yang tidak dimiliki oleh Daud dalam keberadaan-nya sebagai penguasa utama Israel? Kekuasaan, itu menjadi hak-nya sebagai raja. Harta, itupun miliknya. Kehormatan, itulah yang menjadikannya sebagai raja. Kehidupan rohani Daud luar biasa, bahkan ia disebut sebagai sahabat Allah. Tidak ada seorangpun yang Daud pada zamannya waktu itu.
Ketika Daud jatuh ke dalam dosa dengan Betsyeba, ia kehilangan keintiman dengan Allah. Dengan hati yang hancur, penuh penyesalan, Daud kembali kepada Allah. Ia bersujud dan memohon belas kasihan Allah. Seorang raja besar seperti Daud yang memiliki segalanya, rela tersungkur dihadapan Allah karena menyadari kelemahannya. Kemudian Allah, sumber dari segalanya, mengangkat ia kembali, mengubahnya menjadi baru.
Bagaimana dengan kita orang percaya yang hidup seturut dengan kasih karunia Allah ? sudahkah kita melihat teladan Daud yang rela memiskinkan dirinya di hadapan Allah yang maha kaya ? beranikah kita datang dan mempersembahkan kehancuran jiwa kita ? jiwa yang hancur karena haus akan kebenaran, jiwa yang remuk karena dosa, jiwa yang merindukan sentuhan kasih Allah setiap hari.
Marilah kita belajar untuk miskin dihadapan Allah. Kita bisa saja seorang yang sukses dan kaya raya, pandai dan hebat luar biasa, namun kita kecil dihadapan Allah. Mari bangkitkan kerinduan kepada Dia dan rasakan bahwa ketika kita miskin dihadapan Allah kita akan menjadi kaya di dalam kasihNya. ( school of healing )

Refleksi : Sudahkah selama ini anda hidup menurut cara Tuhan dan memiliki kerinduan untuk terus datang kepadaNya ?






































MURAH HATI DALAM MENABUR BERLIMPAH DALAM PENUAIAN
Jumat, 8 Februari 2008
2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Salah satu kelebihan jemaat Korintus adalah ketika mereka mendengar jemaat di Yerusalem berada dalam kekurangan, mereka segera menyatakan kesediaan mengumpulkan persembahan untuk membantu. Karena kemurahan hati jemaat Korintus ini, rasul Paulus memegahkan mereka di hadapan orang-orang Makedonia, dengan berkata: “Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.” (2Kor. 9:2). Agar semangat dan motivasi jemaat Korintus dalam memberi tetap terjaga, maka dalam 2 Korintus 9:6-12, Paulus membagikan beberapa prinsip tentang persembahan.
Pertama, seorang anak Tuhan perlu belajar memberi dengan murah hati. Mengapa? Seorang yang memberi adalah sama seperti seorang petani yang keluar menabur. “Bila ia menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan bila ia yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2Kor. 9:6). Jika mengharapkan suatu tuaian yang besar, maka ia harus menabur dengan murah hati.
Akan tetapi, setelah memberi, orang percaya tidak boleh terus berharap akan segera menuai materi pula. Jika kita terus mengingat dan menanti-nantikan upah yang berlipat-ganda, maka kita akan menjadi kecewa karena dalam jangka waktu tertentu Tuhan belum memberikannya. Oleh sebab itu, ketika kita memberi, baik kepada Tuhan atau sesama manusia, kita bisa menggunakan prinsip 'Lakukan dan Lupakan', yaitu beri dan jangan diingat lagi. Berkat Tuhan kepada mereka yang memberi, belum tentu harus dalam bentuk materi. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia sehingga ia selalu berkecukupan dalam segala sesuatu (ay. 8). Bahkan bukan itu saja, orang-orang kudus yang mendapatkan pemberian itu akan mengucap syukur kepada Allah (ay. 12).
Kedua, dalam memberi anak Tuhan tidak boleh merasa terpaksa, tapi harus menurut kerelaan hatinya (ay. 7). Prinsip kedua ini amat penting. Tuhan Yesus ketika melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti persembahan, Dia begitu terkesan kepada ketulusan hati si janda itu dan berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari semua orang itu.” (Luk. 21:2). Dibandingkan mereka yang memberi 1 keping perak atau emas, apakah artinya uang dua peser? Masalahnya, Tuhan tidak melihat jumlah tapi hati seseorang dalam memberi.
Semoga Tuhan Yesus selalu menjaga motivasi hati kita datam memberi. Apalagi kita diingatkan bahwa apapun yang kita miliki sekarang adalah juga berasal dari Tuhan Martin Luther berkata: “Semua yang pernah saya gengam di tangan sekarang sudah tiada, tapi yang saya berikan pada Tuhan tersimpan kekal di sorga.” ( zoe )

Refleksi : "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga." (2 Korintus 9:6)




























KEKUATAN DARI KEBAIKAN
Sabtu, 9 Februari 2008
Efesus 4:32
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu

Pada suatu hari seorang pekerja pabrik mendapati bahwa sebuah alat yang sangat berharga baginya tidak ada lagi di tempat penyimpan perkakas miliknya. Beberapa waktu kemudian ia mengetahui bahwa ternyata alat tersebut ada di dalam kotak perkakas milik salah seorang rekan kerjanya.
Pemuda ini adalah satu-satunya orang Kristen di bengkel itu, dan ia ingin menjadi saksi Kristus yang baik. Oleh karena itu ia menjumpai rekannya itu dan berkata, "Saya melihat salah satu perkakas saya ada di tempat Anda, tetapi kalau Anda benar-benar membutuhkannya, simpanlah." Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya dan melupakan kejadian itu.
Selama dua minggu setelah kejadian itu, orang yang mengambil alat itu mencoba untuk menenangkan diri. Pertama-tama ia menawari pemuda itu sesuatu yang memiliki nilai yang sama dengan alat yang diambilnya, kemudian ia menawarkan diri untuk membantu pekerjaan pemuda itu di rumah, dan akhirnya ia menyelipkan sejumlah uang ke dalam saku pemuda itu. Akhirnya kedua orang ini bersahabat dan sang pencuri alat ini mengakui bahwa kebaikan temannya ini membuat ia berubah.
Kebaikan mungkin merupakan alat yang paling efektif yang perlu dimiliki oleh orang Kristen. Meskipun tidak mungkin akan menghasilkan persahabatan seperti kisah di atas, kebaikan tetap merupakan sesuatu yang benar. Tidak peduli bagaimanapun kita diperlakukan orang lain, kita harus mengikuti teladan yang diberikan Kristus (Efesus 4:32) (HGB).

Refleksi : Ingin memperbaiki hubungan dengan sesama? Gunakanlah kebaikan hatimu ya! Tunjukkan kemurahan hatimu kepada siapapun.







































DIBUTUHKAN: HATI YANG PENUH BELAS KASIH
Minggu, 10 Februari 2008
Efesus 4:17-32
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan


Pada tanggal 12 Desember 1938, pemimpin Soviet Joseph Stalin menandatangani 30 daftar hukuman mati. Pada malam harinya, orang yang tidak memiliki perasaan dan kejam ini mengunjungi teater pribadinya dan menonton dua film komedi. Dimitri Volkogonov, penulis biografi Stalin, merasa heran bagaimana mungkin seorang manusia dapat memiliki hati yang demikian keras sehinnga ia dapat tersenyum dan tertawa setelah mengelurkan perintah untuk membunuh 5000 orang, dimana banyak di antaranya ia kenal secara pribadi.
Selama berabad-abad kekejaman, pembunuhan karena dendam dan penyiksaan yang mengerikan, telah menjadikan sejarah sebagai suatu cerita tragedi yang panjang. Meskipun Anda dan saya tidak akan sampai hati untuk menandatangani surat perintah untuk menghukum mati para korban yang tidak berdosa, kita tetap harus berjaga-jaga terhadap kekerasan hati dan kita harus berdoa untuk memperoleh roh yang berlawanan dengan kekejaman Stalin. Kita harus meminta kemampuan ilahi untuk melaksanakan perintah Paulus: "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4:31-32).
Marilah kita meminta Yesus untuk meolong kita agar dapat menghilangkan kekerasan hati kita dan menggantikannya dengan belas kasihan. Dan marilah kita menunjukkan belas kasih Kristus kepada seseorang hari ini ( VCG ).

Refleksi : Selama balas dendam masih terasa manis selama itu pula ada kepahitan dalam hati, karena sangat dibutuhkan hati yang penuh belas kasihan dan kemurahan untuk saling mengampuni.






































MENGENAI DINASTI HERODES
Senin, 11 Februari 2008
Bible Background

Sepeninggal Herodes Agung maka pemerintahan Israel sempat dilanjutkan oleh Herodes Arkhelaus (Mat.2:22) yang memerintah Yudea dari 4 BC hingga AD 6 namun tanpa gelar “Raja” seperti ayahnya. Dia adalah putra yang lebih tua dari istri Herodes Agung yang adalah wanita Samaria. Malthase. Dia adalah yang paling buruk di antara semua putra Herodes Agung. Dia melukai hati kaum Yahuda dengan menikahi istri dari adiknya, Galphyra. Padahal wanita ini masih istri sah dari Alexander, putra Herodes Agung dari istrinya yang lain, Mariamne I. Hal ini membangkitkan kebancian di kalangan rakyat. Meskipun dia mencoba untuk mengikuti jejak ayahnya tapi pemerintahannya cenderung represif sehingga akhirnya kaum bangsawan dari Yudea dan Samaria meminta kaisar untuk menurunkannya dari tahta. Dia dipecat dan kedudukannya digantikan oleh prokurator, utusan dari Roma, waktu itu dijabat oleh Pontius Pilatus.
Sedangkan adik lakinya yang seibu. Antipas, mewarisi wilayah Galilea dan Perea. Raja yang satu ini paling mewarisi kepandaian ayahnya dalam membangun. Salah satu karyanya adalah kota Tiberius di tepi danau Galilea yang dipersembahkannya untuk kaisar Tiberius yang memerintah di Roma. Namun sifat kakaknya terulang pada dirinya yaitu mengawini istri sah dari saudaranya, Herodias. Padahal wanita ini masih dalam ikatan dengan Herodes Philip, putra Herodes Agung dari istrinya Mariamne II. Demi herodias, Antipas menceraikan istrinya, putri raja Aretas IV, dari Nabatea. Juga memenjarakan dan memenggal kepala Yohanes Pembaptis karena kuatir bisa pecah pemberontakan karena Yohanes adalah figur yang dipuja rakyat. Raja ini pula yang sempat disebut Tuhan Yesus sebagai “si serigala” dan mengadili Tuhan Yesus bergantian dengan Pilatus. Dia dikalahkan dalam peperangan melawan mantan mertuanya AD 36 (hal ini dipercayai sebagai balasan setimpal dari pembunuhan terhadap Yohanes Pembaptis). Dia digulingkan oleh keponakannya, Agrippa I pada tahun AD 39 karena dilaporkan kepada kaisar Gaius bahwa dia merencanakan pemberontakan terselubung. Nasibnya berakhir di pembuangan.
Agrippa I adalah putra Aristobulus, anak Herodes Agung dari istrinya, Doris. Aristobulus sendiri menikahi Bernike I, putri dari bibinya, Salome. Ayahnya adalah korban kebengisan kakeknya yang marah ketika ayahnya berpesta karena tahu kakeknya sedang sekarat. Sedari kecil dia berada di Roma dan sempat diberi perteduhan oleh Antipas, yang dikhianatinya. Herodias adalah adik perempeuannya. Agrippa menyebut dirinya Raja Yahudi karena reputasinya yang hebat sehingga dialah satu-satunya keturunan yang memerintah dengan luas wilayah menyamai kakeknya, Herodes Agung. Dia sangat pandai menggalang hubungan dengan Roma dan berusaha menyenangkan kaum Yahudi dengan menghukum berat para Rasul. Kematiannya yang mendadak di usia 54 tahun (AD 44). Yosephus dan Lukas saling melengkapi dalam membeberkan sebab kematiannya yang menghebohkan itu.
Putranya, Agrippa II menggantikannya di usia yang masih sangat muda (lahir AD 27). Karena kekuasaan yang direstui oleh Nero maka dia menggantikan nama ibukotanya Kaisarea Filipi menjadi Neronias. Dia kemungkinan besar mengawini adiknya sendiri Bernike II (lahir AD 28) dan tak memiliki keturunan. Dia sangat loyal pada Roma dan berupaya membantu memadamkan pemberontakan kaum Zelot pada tahun AD 66. Pemerintahannya berlangsung hingga kematiannya di tahun AD 100. Sesudah itu dinasti Herodes tak lagi diketahui. ( PL )























PELAYAN HOTEL
Selasa, 12 Februari 2008
Kolose 3:12
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.


Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam. "Dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami. Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota. "Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik- baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki- laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah. Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut.
Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit "Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola". "Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda. "Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar. Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel. Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia. ( zoe )

Refleksi : Pelajarannya adalah........ perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat, dan anda tidak akan gagal.




























MURAH HATI
Rabu, 13 Februari 2008
1 Petrus 4: 7-11
Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

Pada zaman rasuli, memberikan tumpangan kepada seseorang atau saudara seiman adalah suatu tindakan yang mulia. Mengingat kondisi penginapan yang kurang baik untuk bermalam bagi orang-orang kudus yang sedang berpergian, maka memberikan tumpangan merupakan suatu bentuk kemurahan hati yang terpuji. Karena itu tidaklah mengherankan apabila dalam surat-suratnya kepada jemaat Tuhan yang telah didirikannya, Paulus banyak menyinggung masalah ini.
Jemaat mula-mula tidak saja bermurah hati dalam memberikan tumpangan, mereka juga memberikan bantuan finansial. Ketika mendengar jemaat di Yerusalem kekurangan makanan, maka jemaat Tuhan di Makedonia mendesak Paulus agar mereka boleh mengambil bagian. Dalam 2 Korintus 8:2-3, Paulus bersaksi, ”Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Mereka tidak hanya mem-beri menurut kemampuan mereka tapi melampaui kemampuan mereka.“
Ada seorang anak yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk beribadah karena ruang sekolah minggu yang sempit. Kemudian hal ini membuatnya bertekad untuk menabung selama 2 tahun dan mengumpulkan 57 sen Amerika. Sayangnya, sebelum menyerahkan uang tersebut pada pendetanya, ia jatuh sakit dan meninggal dunia. Beberapa saat kemudian ibu anak itu membawa sepucuk surat dan tabungan anaknya, lalu ia menyerahkan kepada pendetanya. Surat itu dibacakan di depan jemaat dan mendatangkan keharuan yang besar. Dan oleh pendetanya surat itu diteruskan kepada beberapa penerbit di Amerika. Dalam waktu 5 tahun, 57 sen telah berubah menjadi $ 250.000 dan terus bertambah. Dari uang itu berdirilah The Baptist Temple (3.300 orang); A Temple College (1.400 mahasiswa); A temple University dan A Temple Sunday School yang besar. Kemurahan hati yang tulus dapat menggerakkan perkara-perkara yang besar di dunia. ( gka )

Refleksi : Mari berdoa agar jemaat Tuhan memiliki kemurahan hati kepada saudara seiman dan terlebih kepada pekerjaan Tuhan, sehingga hal ini dapat membawa kemajuan dan mendorong pertumbuhan gereja Tuhan.




































BERHASRATLAH!
Father’s Heart
Kamis, 14 Februari 2008
Filipi 4:6-7
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur

Jika seseorang hidup tanpa memiliki harapan maka berhentilah ia hidup. Keputusasaan bagaikan jerat yang mematikan bagi kehidupan. Orang-orang yang bersemangat menjalani hidup adalah orang-orang yang tak pernah berhenti berharap. Harapan lahir dari sebuah hasrat. Kebanyakan orang-orang yang mendapat mujizat pertolongan, jawaban doa dan berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang memiliki hasrat.
Tuhan memerintahkan anak-anakNya untuk menyatakan kehendak. Tuhan sangat menghargai kehendak kita, Dia bukanlah seorang diktator dan kita bukanlah robot-robotNya. Tuhan menantang hasrat orang yang lumpuh di kolam Bethesda, dengan menanyakan ” maukah engkau sembuh ? ” Bandingkan juga dengan cerita Bartimeus dan seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Tuhan sedang menanti seorang yang sangat berhasrat menyentuh jumbai jubahNya. Maka Tuhan pun siap mengalirkan kuasa dari dalam diriNya.
Hasrat berlabuh di dalam jiwa ketika tidak ada hasrat maka jiwapun tertekan. Melalui hasrat tidak hanya membuat kita mampu mengalahkan tekanan-tekanan hidup ini, namun juga memberikan rahasia untuk bersukacita.
Di dalam Yoh 16:24, mengatakan ” sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu. ” Seberapa besar kerinduan untuk mengalami kuasa Tuhan ? sebesar apa anda menaruh hasrat kepada-Nya. Nyatakanlah hasrat anda kepada Tuhan ? biarkanlah Tuhan yang bertanggung jawab atas hasilnya. Mujizat-mujizat besar terjadi melalui orang –orang yang sangat berhasrat. ( school of healing )

Refleksi : Sudahkah Anda memiliki hasrat dalam hidup anda ? apakah itu ?






































KOS ATAU NEBENG
Jumat, 15 Februari 2008
1 Korintus 6:19-20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Guys, menurut kalian kehidupan kalian yang sekarang itu kehidupan ‘Kos’ atau kehidupan ‘Nebeng’ ?? hidup kita di dunia ini kan sebenernya juga sudah bukan hidup kita lagi. Kita sering kan nyanyi lagu “hidupku bukannya aku lagi, tapi Yesus dalamku.” Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah tahu dan sudah sangat merasa kalau kehidupan kita itu adalah kehidupan yang baru dari Tuhan, seperti apa sih kita menganggap kehidupan kita ini ? Seperti apa kita menjalani hari-hari di dalam ‘kehidupan yang sudah diselamatkan’ ? Paham apa yang kita pegang ??
Hidup kita yang sekarang kita miliki itu hidup nebeng. Hidup hanya karena kasih karunia semata. Hidup hanya karena kemurahan hati belaka. Hidup yang kita punya sekarang itu PEMBERIAN. Guys, kita nggak bayar sepeser pun untuk mendapatkan hidup kita yang baru di dalam Tuhan. Saya sungguh bersyukur Tuhan memberikan kehidupan yang baru kepada kita secara Cuma-Cuma. Kita nggak disuruh bayar. So kita sama sekali TIDAK PUNYA alasan untuk hidup seenaknya. Apalagi sampai mengeluarkan kata-kata “Kan Gue Bayar !!” kita tidak bayar sepeser pun untuk mendapat hidup ini. Tidak dengan perbuatan baik, tidak dengan pelayanan kita. Kita tidak punya alasan untuk menganggap hidup ini sebagai hidup kita. kita emank tidak akan pernah mampu membeli keselamatan plus hidup baru yang sekarang kita jalanin.
Guys, di dalam kehidupan ada banyak hal yang bisa dibeli dengan uang. Makanya nggak heran sampe bisa keluar kata-kata “Kan Gue bayar” seolah-olah dengan ‘uang’ segala sesuatu bisa kita dapatkan. Saya betul-betul bersyukur Tuhan tidak pernah menjual keselamatan plus hidup baru yang kita punya sekarang. Apa jadinya dunia ini kalau itu pun bisa dibeli dengan uang ?? Dibalik semua itu, ada konsekuensi yang harus kita lakukan. Dengan suatu kenyataan bahwa hidup kita adalah hidup nebeng bukan hidup ngekos, ada banyak hal yang harus kita pertanggung jawabkan. Yang pertama karena kita nebeng, kita harus betul-betul sadar bahwa tidak satupun dari apa yang kita punya sekarang merupakan milik kita. Tidak satupun. Semuanya milik yang punya rumah alias Tuhan. So kalau semua milik Dia, apapun yang mau Dia lakukan terhadap barang kepunyaannya itu terserah Dia. Mau diambil kek, mau dipindahin kek, yah terserah Dia donk !! dan kita nggak berhak ngomel. Abisnya mau gimana ?? namanya juga nebeng. Udah bagus boleh nebeng !!
Guys kita juga harus sadar kalau kita ngga bayar sama sekali. So jangan coba-coba deh bermegah di hadapan Tuhan atau kita merasa punya andil sehingga kita bisa ngambek berhari-hari kalau apa yang kita mau nggak kita dapatkan. Hanya karena kita merasa ‘kita bayar’. Juga dengan mengatakan hal-hal yang senada dengan “Kan Gue bayar”. Contohnya, “Kan gue dah pelayanan Tuhan, kok gue diputusin sih ??”, “Kan gue tiap hari doa, kok gue nggak lulus ujian ?”. “Kan gue selalu setia sama Dikau trus kenapa gue mesti dimusuhin 1 kelas ??” dan kata-kata lainnya. Inget guys, kita nggak bayar apapun !! Kita nggak berhak ngatur Tuhan hanya karena kita merasa kita dah “bayar uang kos” berupa doa, pelayanan dll. ( grace )

Refleksi : Guys, keselamatan serta hidup kita yang sekarang kita jalanin, itu hidup karena kemurahan semata…. Bukan karena kita “bayar”























KETAT PADA DIRI SENDIRI TETAPI MURAH HATI KEPADA ORANG LAIN
Sabtu, 16 Februari 2008
Roma 12:8
jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Fan Zhongxuan dikenal juga sebagai Fan Chunren. Ia adalah putra Fan Zhongyan, seorang politisi bermoral tinggi dan ahli sastra pada masa Dinasti Song Utara (960 – 1127 Setelah Masehi). Fan Zhongxuan sering mengajar putranya: “Bahkan orang bodohpun sangat tajam saat menegur orang lain, sementara orang yang pandai menjadi tumpul saat ia memaafkan kesalahan sendiri. Bila seseorang dapat menegur diri sendiri sama seperti menegur orang lain dan memaafkan orang lain sama seperti memaafkan diri sendiri, suatu hari ia akan menjadi orang yang berbahagia.”
Suatu ketika seseorang meminta nasehat Fan Zhongxuan tentang bagaimana seharusnya bersikap. Ia menjawab: “Sederhana adalah satu-satunya jalan untuk melatih rasa hormat dan kejujuran. Murah hati untuk memperoleh kebaikan ”. Fan Zhongxuan bertekun dalam mengembangkan diri sepanjang hidupnya. Ia tidak memilih dalam hal makanan. Setelah pulang kerja setiap harinya, ia segera mengganti pakaian dengan tenunan kasar. Sesungguhnya ia memiliki kebiasaan menggunakan baju sederhana sepanjang hidupnya. Ia tumbuh besar selalu memakai pakaian dari tenunan kasar, dan ia terus melanjutkan hal tersebut bahkan ketika telah memperoleh jabatan tinggi dalam pemerintahan. Tetapi Fan Zhongxuan terkenal sebagai orang yang murah hati kepada bawahan, rakyat, dan banyak orang menyukai kebaikan hatinya.
Fan Zhongxuan mengajar anak-anaknya agar ketat terhadap diri sendiri tetapi murah hati pada orang lain, hal mana lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Fan Zhongxuan menasehati putranya agar senantiasa menegur diri sendiri seperti menegur orang lain dan memaafkan orang lain. Ia juga mengajarkan anak-anaknya untuk berlaku murah hati kepada siapapun agar menjadi orang yang berguna. ( zoe )

Refleksi : Bila kita selalu dapat mencari ke dalam dan murah hati serta pemaaf, kita akan meningkatkan kualitas diri dan memberi teladan baik bagi orang lain.

































CONTOH KEKIKIRAN
Minggu, 17 Februari 2008
Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.

Di sebuah daerah pinggiran kota terdapat sebidang kebun buah luas tak bertuan, ditanami sejumlah besar pohon lohan, buahnya tidak saja sangat manis, lagi pula daunnya bisa dibuat ramuan obat-obatan untuk mengobati penyakit. Setiap tahun saat musim tiba dan buahnya sudah ranum, banyak sekali orang yang datang dari kota memetik buah dan daunnya.
Ada seekor burung yang selalu berputar-putar di atas hamparan pohon buah ini, layaknya sedang menjaga kebun buah. Begitu ada orang yang mendekati pohon lohan, burung itu lantas mulai berkicau, jika menjulurkan tangan memetik buah lokat itu, ia akan berkicau lebih sayu dan nyaring. Coba dengarkan baik-baik suara kicauannya, persis seperti: “Semua milikku! Semua milikku!” Tahun demi tahun berlalu, selalu saja demikian.
Suatu tahun, orang yang datang ke kebun buah untuk memetik lohan semakin banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan burung itu berkicau nyaring di segala penjuru, begitu gelisah dan cemas sekali sepertinya, namun semua orang sudah merasa tidak aneh lagi, dan tidak menggubrisnya, terus melanjutkan memetik buahnya. Burung itu terus berkicau hingga kehabisan tenaga, sampai akhirnya lemas dan mati seketika.
Ternyata burung itu serakah dan pelit. Ia menganggap bahwa kebun buah itu miliknya, merasa berat hati orang lain datang memetiknya, jadi terus berteriak: “Semua milikku! Semua milikku!” hingga lemas dan mati.
Di kota yang sama ada seorang pemuda, setelah orang tuanya meninggal dunia, ia memperoleh sangat banyak harta warisan. Setiap hari ia menghitung ada berapa banyak harta pribadinya, ia selalu berharap hartanya semakin banyak semakin melimpah, sampai-sampai kebun buah dan ladang itu bisa menghasilkan berapa banyak hasil semuanya dimasukkan ke dalam hitungan hartanya. Dia tidak pernah memberi dan menolong orang yang kesusahan. bahkan semua pembantu yang semula dipekerjakan di rumah orang tuanya juga telah dipecat. Karena sifat serakah dan kikirnya, dia tidak dapat menemukan wanita yang mau menjadi istrinya, sehingga tidak mempunyai keturunan. Setelah usianya senja dan meninggal dunia, hartanya diambil alih dan dimasukkan ke kas negara karena tidak ada yang mewarisi hartanya.
Akibat buruk serakah dan kikir, mendatangkan kepahitan kesengsaraan. Seharusnyalah kita mengutamakan cinta kasih membantu sesama kita. ( zoe )

Refleksi : Adalah lebih baik jika kita mau bersikap murah hati kepada sesama dan menolong dengan kemampuan kita.




























PENEMUAN GULUNGAN KITAB LAUT MATI ( 1 )
Bible Background
Senin, 18 Februari 2008

Saya akan mengutip Ralph Earle yang memberikan jawaban sangat jelas dan padat terhadap pertanyaan tentang bagaimana Gulungan Kitab itu ditemukan:
“Kisah tentang penemuan ini adalah salah satu di antara kisah-kisah yang paling menarik tentang zaman moderen. Pada bulan Februari atau Maret 1947 seorang anak Badui yang pekerjaannya sebagai gembala bernama Muhammad sedang mencari seekor kambingnya yang hilang. Kakinya menyentuh batu yang kemudian terjatuh ke dalam lobang pada bukit karang yang ada di pantai barat Laut Mati, yang terletak sekitar delapan mil di selatan Yerikho. Ia terkejut karena sebagai akibatnya ia mendengar suara guci pecah. Sesudah memeriksanya, ia menemukan pemandangan yang menakjubkan. Pada lantai sebuah gua ada beberapa guci besar berisi gulungan kitab dari kulit, yang dibungkus kain lenan. Karena guci-guci itu ditutup dengan sangat hati-hati, maka gulungan-gulungan kitab itu terpelihara dalam keadaan yang sangat baik selama hampir 1,900 tahun. (Terbukti bahwa gulungan-gulungan kitab itu diletakkan di sana pada tahun 68 M.).
Kisah bagaimana gulungan-gulungan tersebut beredar dari tangan para gembala Bedouin muda tersebut sampai menjadi objek penelitian yang saksama dari para ahli internasional sendiri merupakan kisah yang lebih mencengangkan dibandingkan cerita fiksi. Meskipun tidak semua detail dari tahun-tahun pertama setelah penemuan tersebut akan pernah benar-benar terungkap, garis besar ceritanya cukup jelas. Setelah disimpan di sebuah kemah Bedouin beberapa waktu, ketujuh gulungan asli tersebut dijual kepada dua toko antik Arab di Bethlehem. Dari sana, empat gulungan dijual (dengan harga murah) kepada Athanasius Samuel, Syrian Orthodox Metropolitan di St. Mark's Monastery di Kota Tua Yerusalem. Para ahli dari American School of Oriental Research, yang menelaahnya, adalah yang pertama-tama menyadari kekunoannya. John Trever mengambil foto naskah tersebut secara detil dan ahli arkeologi terkemuka William F. Albright segera mengumumkan bahwa naskah-naskah tersebut berasal dari periode antara 200sM sampai 200M. Pengumuman pertama dimunculkan bahwa naskah tertua yang pernah ditemukan telah ditemukan di padang gurun Yudea.
Tiga gulungan asli lainnya yang ditemukan oleh anak-anak Bedouin dijual kepada E.L. Sukenik, ahli arkeologi di Hebrew University dan ayah Yigal Yadin (seorang jenderal tentara Israel yang kemudian menjadi seorang ahli arkeologi terkemuka dan penggali situs Masada serta Hazor). Perlu dicatat bahwa drama peristiwa ini sangat menarik karena periode tersebut adalah saat-saat terakhir periode Mandat Inggris di Palestina dan ketegangan antara penduduk Arab dan Palestina sangat besar. Ini juga yang menyebabkan pengkajian naskah-naskah oleh para ahli sangatlah berbahaya.
Semua gulungan akhirnya terkumpul di Hebrew University dengan cara yang aneh pula. Setelah berkeliling Amerika dengan keempat gulungannya dan tidak menemukan seorang pun pembeli yang tertarik, Metropolitan Samuel memasang iklan di Wall Street Journal (sebuah koran bisnis terkemuka di Amerika, pen.). Secara kebetulan (atau campur tangan ilahi?) Yigal Yadin sedang mengajar di New York dan melihat iklan tersebut. Melalui para makelar, ia berhasil membeli gulungan yang tak ternilai tersebut dengan harga US$250,000. Bulan Februari 1955, Perdana Menteri Israel mengumumkan bahwa Negara Israel telah membeli gulungan-gulungan tersebut dan ketujuh gulungan (termasuk tiga yang dibeli terlebih dahulu oleh Profesor Sukenik) akan diletakkan di sebuah museum khusus di Hebrew University dan diberi nama Shrine of the Book (Kilauan Buku), dimana semuanya masih dapat dilihat sampai hari ini.
Tidak diragukan lagi, pengumuman awal mengenai gulungan-gulungan ini segera mendorong banyak penelitian di daerah penemuan semula. Ekspedisi arkeologi resmi dimulai tahun 1949 yang akhirnya berhasil menemukan sepuluh gua lagi di daerah sekitarnya yang juga mengandung gulungan-gulungan naskah. Para arkeolog kemudian mengarahkan perhatian mereka pada sebuah reruntuhan kecil yang disebut "Khirbet (reruntuhan) Qumran, yang sebelumnya diduga merupakan sisa sebuah benteng kuno dari zaman Romawi. Setelah enam periode penggalian secara intensif, para ahli sangat yakin bahwa gulungan-gulungan tersebut berasal dari komunitas yang muncul antara tahun 125 sM sampai 68M. Gulungan-gulungan tersebut disimpan dengan tergesa-gesa di dalam gua sewaktu komunitas di daerah tersebut melarikan diri dari serbuan tentara Romawi yang sedang berada di Yudea untuk menumpas Pemberontakan Yahudi tahun 66-70 M. ( zoe )










RELA MEMBERI DENGAN HATI YANG BENAR
Selasa, 19 Februari 2008
Markus 12:41-44
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.

Ketika saya berumur enam atau tujuh tahun kadang-kadang datang seorang penjual lemper kerumah kami. Ia bukan sembarangan pedagang. Sebab ia singgah dan masuk ke dalam rumah seperti seorang tamu. Menurut cerita ibu, orang itu adalah mantan pegawai ayah ketika dulu ayah mempunyai sebuah perusahaan. Ibu sering bercerita bahwa orang itu jujur dan rajin, tetapi ia terpaksa berhenti bekerja karena perusahaan ayah bangkrut. Siapa nama orang itu, saya sudah lupa. Tetapi saya masih ingat raut mukanya. Orangnya sudah tua, wajahnya keriput, senyumnya ramah, pendiam, pakaiannya sederhana dan memakai peci hitam. Yang saya ingat lagi adalah apa yang terjadi setiap kali ia datang.
Setiap kali tukang lemper itu datang, ia dipersilahkan masuk. Ia duduk di lantai. Ia meletakkan tenong terbuat dari kaleng di depannya. Ia membuka tutup tenong itu. Dalam tenong itu ada banyak lemper. Ia mengatur lemper-lemper itu menjadi semacam barisan. Kadang-kadang ia menghitung jumlah lemper itu. Saya juga duduk di lantai menghadapi tenong itu. Daun pisang pembungkus lemper itu berkilau karena berminyak. Ada bagian-bagian tertentu dari daun itu yang tampak hangus terpanggang berwarna kehitam-hitaman. Saya membayangkan isinya, pasti lemper itu enak. Tetapi kami tidak pernah makan lemper itu. Ibu tidak akan mengeluarkan uang untuk hal-hal seperti itu. Ibu sangat berhemat. Keuangan keluarga kami pada tahun-tahun itu sangat terbatas. Kami adalah anggota diakoni (anggota yang menerima bantuan uang dan beras dari gereja).
Yang berbekas dalam pikiran saya hingga kini adalah apa yang diperbuat oleh ibu. Selama saya duduk di lantai memandangi lemper-lemper itu, ibu tampak repot. Ia membuka lemari. Ia membuka laci. Ibu repot mencari sesuatu. Kadang-kadang ia tampak bingung. Akhirnya ibu datang dengan sebuah bungkusan. Diberikannya bungkusan itu kepada tukang lemper. Itulah yang terjadi setiap kali tukang lemper itu datang. Ibu memberi sesuatu kepadanya. Pernah saya menjadi kecewa dan masgul karena ibu memberikan sepotong ikan gabus kering yang sudah lama kami simpan dengan baik. Bagi kami pada waktu itu sepotong ikan asin merupakan barang yang berharga. Saya telah menunggu beberapa minggu untuk makan ikan gabus itu. Saya sangat senang makan ikan gabus goreng yang dipotong tipis. Rasanya gurih sekali. Apalagi kalau dimakan dengan sayur asem.
Tetapi sekarang ikan gabus itu sudah tidak ada lagi. Rupanya ibu melihat muka saya yang kecewa. Ia tersenyum dan menghibur saya, katanya, "Nanti kita dapat lagi."
Sekarang kadang-kadang saya merasa heran, mengapa kejadian yang terjadi sudah begitu lama masih berbekas dalam pikiran saya. Saya ingat betul melihat ibu begitu bingung mencari sesuatu untuk diberikan kepada tukang lemper itu. Kadang-kadang saya juga merasa heran dan kagum, mengapa ibu begitu spontan mencari dan memberi sesuatu. Padahal ibu sendiri hidup dalam kekurangan. Ibu bekerja membanting tulang dari pagi sampai malam dengan melakukan rupa-rupa pekerjaan untuk mencari nafkah dari hari ke hari. Soalnya, ayah sudah lama tidak bekerja karena sakit menahun. Tanggungan ibu sangat berat. Tetapi heran, ibu bisa memberi. Sekarang kalau saya membaca ucapan Tuhan Yesus tentang seorang ibu yang memberi dari kekurangannya di Markus 12:41-44, saya langsung teringat kepada kejadian ini. Kepala saya tertunduk mengenang almarhum ibu, dan terbayanglah lagi di depan mata apa yang di perbuat ibu setiap kali kalau tukang lemper itu datang. ( Andar Ismail )

Refleksi : Memberi yang benar adalah dari hati yang penuh dengan kemurahan !



















APAKAH ITU MURAH HATI ?
Rabu, 20 Februari 2008
Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati

Sesuatu yang murah mungkin sangat menyenangkan. Bayangkan bila mobil BMW seri 5 dihargai 120 juta rupiah. Bagi orang sederhana, sesuatu yang murah berarti, apa yang kita peroleh dari produk itu jauh lebih baik daripada apa yang kita kurbankan atau bayarkan untuk mendapatkannya. Dalam ilmu perilaku konsumen, disebutkan bahwa nilai produk itu tinggi. Sebaliknya, sesuatu yang murahan tidak selalu menyenangkan. Murahan, berarti rendah kualitasnya. Tapi murah hati tentunya berarti lain. Murah hati artinya siap dan rela menyentuh hidup orang lain, bahkan kalau perlu dengan menyalurkan dana dan apa yang orang butuhkan. Apakah memang ada hal yang diperoleh lebih banyak daripada yang dikurbankan dalam melaksanakan kemurahan hati? Apa yang Alkitab katakan tentang hal ini ?
Alkitab membahas masalah murah hati ini berkali-kali. Di dalam kitab Rut 2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi (mertuanya): "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Mazmur 30:5 (30-6) Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Matius 5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan, dan masih banyak lagi.
Alkitab menyatakan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang murah hati. Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa murah hati bukan sesuatu yang fakultatip, boleh dilakukan kalau memang mungkin. Ini adalah keharusan. Artinya, kita sebagai anak-anaknya juga harus menampilkan kemurahan hati sebagai bagian utama dari gaya hidup Kristiani. Bukan lagi pilihan… Apa arti murah hati? Seorang yang murah hati tidak berarti orang yang mudah dibohongi, hidup tanpa perhitungan dan memberi tanpa perencanaan. Orang yang murah hati bukan sekedar berbuat baik untuk menyenangkan hati sendiri. Orang yang murah hati adalah orang yang ingin membuat orang lain bertumbuh dan lebih dekat dengan Tuhan.
Orang yang murah hati melakukan hal itu karena ia mengalami kebaikan hati Tuhan dan kemurahanNya. Hasil dari kemurahan hati bukanlah kelelahan mental, atau berkurangnya harta. Hasil dari kemurahan hati justru adalah pengalaman bergantung pada Tuhan dalam proses interaksi serta dalam memenuhi kebutuhan kita. Ini adalah berkat tersendiri. Dengan kata lain, kemurahan hati adalah menyampaikan berkat Tuhan dan sekaligus mengalami berkatNya. Jadi, bagaimana? Mulailah melakukan murah hati yang sederhana, yaitu memperhatikan orang lain dengan sadar: kebutuhannya, keinginannya, beban-bebannya, atau luka-luka batinnya. Di mana mereka ada? Mungkin di keluarga Anda. Kemudian, perhatikan orang-orang se wilayah di mana Anda berada…. Mungkin juga di tempat kerja. Sementara melaksanakan hal itu, coba lihat bagaimana Tuhan memberkati Anda. ( zoe )

Refleksi : Mari kita belajar mempraktekkan kemurahan hati yang telah kita terima dari Kristus ?


























TAAT DARI HATI YANG MENGASIHI
Father’s Heart
Kamis, 21 Februari 2008
Yohanes 15:10
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya

Allah adalah pemandu hidup kita. Dalam menyusuri goa kehidupan ini, kita tidak mengerti kemana Allah akan membawa kita. Hanya Dia yang tahu seluruh rutenya. Meskipun begitu gelap, suram dan menakutkan, yang perlu kita lakukan adalah berserah, percaya dan taat. Dia rindu kita tinggal tetap dalam kasihNya, yang dapat terlihat dari ketaatan kita.
Ketika si Pemandu kehidupan memberikan perintah ” tetaplah percaya kepadaKu ” Turuti saja petunjukKu! Maka kamu akan sampai di jalan yang berujung pada kebahagiaan. Dia tidak pernah mengecewakan orang-orang yang mempercayai perkataan-Nya. Karena hidup dalam ketaatan adalah hidup dalam anugerah Tuhan. Dan kebinasaan bukanlah ujung perjalanan orang yang taat.
Sinar terang si Pemandu selalu cukup untuk menerangi setiap langkah kita. Ketaatan akan memberikan arah kehidupan. Ketidakpatuhan akan merugikan anda, betapapun baiknya alasan anda. Jangan sampai anda menunda untuk taat. Ketidaktaatan dalam hal yang kecil akan mengakibatkan masalah yang besar. Betapapun remehnya petunjuk Tuhan dalam kacamata anda.
Kunci ketaatan adalah menjadi dewasa dan sempurna dalam kasih. Ketaatan akan mengukur seberapa besar kita mengasihi Tuhan. Hubungan kasih kepada Tuhan terlihat dari kepatuhan kita. Ketika kita punya masalah dengan ketaatan berarti ada masalah dalam hubungan kasih kita dengan Tuhan. Apabila kita mulai menyesuaikan diri dan menantiNya, maka kita akan kenal dengan Tuhan melalui pengalaman. Perjalanan hidup kita terasa menyenangkan. ( school of healing )

Refleksi : Apa pandangan anda tentang ketaatan ? sudahkah anda melakukannya ?






































KEMURAHAN HATI YANG SEJATI
Jumat, 22 Februari 2008
Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati

Di edisi Minggu sebuah koran lokal ada sebuah gambar khusus begitu menyentuh hatiku. Ada seorang ibu muda berdiri di depan sebuah rumah-mobil yang hancur, raut wajahnya mencerminkan kesedihan yang begitu memelas. Seorang bocah laki-laki, sekitar 7 atau 8 tahun, berdiri di sampingnya, matanya memandang ke bawah. Seorang gadis kecil sedang memegang erat- erat gaun ibunya, matanya memandang ke lensa kamera, lebar terbelalak penuh kebingungan dan rasa takut. Berita yang menyertai gambar itu memberikan nomor-nomor ukuran pakaian tiap anggota keluarga itu. Perhatianku makin bertambah, aku mengamati ukuran-ukurannya hampir menyamai punya kami. Ini sebuah kesempatan bagus untuk mendidik anak- anakku membantu mereka-mereka yang kurang beruntung dari anak-anakku. Gambar keluarga muda itu aku tempelkan pada lemari es, kuterangkan bencana mereka itu pada putra-putra kembarku, Brad dan Brett, yang berumur 7 tahun, dan pada putriku Meghan yang baru berumur 3 tahun. Aku berkata, "Kita ini punya begini banyak, mereka itu sekarang hampir-hampir tak memiliki apapun. Ayo, mari kita membagikan milik kita dengan mereka." Aku bawa turun 3 kotak besar dari gudang bawah- atap yang lalu kutaruh di ruang keluarga. Meghan diam-diam mengamati kedua kakaknya dan aku yang sedang mengisi salah satu kotak itu dengan makanan kaleng dan lain-lainnya yang tahan lama, juga sabun dan kebutuhan kebersihan lainnya. Waktu aku memilah pakaian-pakaian, aku menyemangati putra-putraku untuk melihat-lihat mainan mereka dan menyumbangkan apa yang kiranya sudah kurang digemari. Si Meghan terus memandang, diam saja, saat mereka itu mulai menumpuk mainan maupun 'game' yang mau dibuang. "Nanti habis ini akan ibu bantu carikan sesuatu untuk gadis kecil itu," kataku.
Bocah-bocah laki-laki itu mengisikan mainan-mainan yang mereka pilih untuk disumbangkan ke dalam salah satu kotak sedangkan aku mengisi kotak ketiga dengan pakaian-pakaian. Meghan datang berjalan sambil mendekap erat-erat di dadanya, Lucy, boneka kainnya yang selain sudah luntur, kucel bocel dan lusuh kumal namun begitu ia sayangi. Ia berhenti sejenak di depan kotak yang memuat mainan-mainan itu, menempelkan wajahnya yang bulat kecil mungil pada muka lukisan Lucy yang datar ceper, memberinya sebuah ciuman selamat tinggal, lalu menaruhnya dengan lembut di atas lain-lainnya. "Lho, Sayang," aku berkata, "Lucy tidak perlu kau berikan. Itu kan kesayanganmu?" Meghan mengangguk dengan hikmat, matanya agak berkilau membasah dengan air mata yang tertahan. "Lucy membuatku begitu bahagia, Bu. Mungkin nanti dia juga akan membuat gadis kecil itu bahagia sekali." Aku, yang semula maunya mengajar, malah mendapat pelajaran. Anak-anak laki-laki itu telah melihat dan melongo, mulut terbuka, saat adik perempuannya meletakkan boneka kesayangannya ke dalam kotak. Tanpa sepatah kata, Brad berdiri dan menghilang ke kamarnya. Ia muncul kembali dan membawa salah satu mainan tokoh aksi-aksian yang paling ia kagumi. Terlihat ia agak ragu-ragu, maju-mundur sambil menggenggam mainan itu, lalu ia melirik Meghan dan kemudian diletakkannya di kotak, di samping Lucy. Sebuah senyum pelan-pelan melebar di muka Brett, lalu ia lompat berdiri, matanya bersinar-sinar saat ia lari pergi mengambil beberapa buah mobil-mobilan dari kumpulan Matchbox yang ia begitu sayangi. Begitu terkagum, aku menyadari bahwa merekapun juga menangkap isi makna sikap dan tindakan Meghan. Dengan menahan air mata, aku merangkul ketiga anak-anakku dalam pelukanku. Dengan rasa menelan yang berat, aku memandangi Meghan agak lama, termenung sebentar memikirkan bagaimana caranya aku bisa mengajar putra-putraku pelajaran yang Meghan baru ajarkan kepadaku, karena tiba-tiba saja aku sadar bahwa setiap orang bisa memberikan apa saja yang memang mau dibuang.
Kemurahan hati yang sejati ialah bila memberikan apa yang justru paling kau sayang dan hargai. Kebajikan murni sejati dan jujur ialah di saat gadis umur tiga tahun mengorbankan boneka tersayangnya, meskipun sudah kumal, kepada seorang gadis kecil lainnya yang tak ia kenal, dengan harapan bahwa itu akan membawa kadar kebahagiaan yang sama seperti yang ia terima. Dengan mengambil contoh dari si kecilku, aku mengambil kembali jaket coklatku berjumbai-jumbai yang lama dari kotak pakaian. Aku ganti itu dengan jaket baru berwarna hijau-pemburu yang baru kutemukan minggu lalu waktu ada obral. Aku harap wanita muda di gambar itu akan menyukainya sama seperti aku. ( zoe )

Refleksi : Mungkinkah kita juga belajar seperti kisah di atas memberi dengan hati adalah kemurahan yang sejati !







SIKAP YANG SEDERHANA DAN MURAH HATI
Sabtu, 23 Februari 2008
Matius 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Liu Yun dilahirkan di Caozhou Nanhua, yang sekarang adalah kabupaten Dongming Tenggara di Provinsi Shantong. Ia sangat ahli dalam pengelolaan keuangan. Selama pemerintahan Kaisar Suzong dan Daizong pada Dinasti Tang, ia memikul tanggung jawab penting seperti transportasi, pajak, garam dan baja, pengumpulan dana, dan hal lain yang berhubungan dengan usaha. Selama masa pemerintahan Daizong, ia menempati posisi sebagai Perdana Menteri. Sebagai seorang pejabat penting pemerintah, yang memiliki kekuasaan terhadap seluruh hal keuangan, ia memang adalah seorang yang tidak dapat disuap dan jujur. Dia gemar menolong orang-orang yang memerlukan bantuan.
Suatu kali, pada pertengahan musim dingin, Liu Yun sedang dalam perjalanannya menuju pertemuan pagi para pejabat. Dia melihat beberapa toko menjual kue biji wijen di samping jalan dan memutuskan untuk membeli beberapa kue hangat untuk dimakan. Dia pergi kedalam satu toko kue tapi dengan cepat kembali ke luar lagi. Ketika pelayannya bertanya mengapa, ternyata toko kue tersebut mahal harganya. Pada akhirnya Liu Yun menemukan toko kue yang murah dan membeli kuenya di sana. Pejabat lain dalam perjalanannya menuju pertemuan semua melewati toko kue yang murah tersebut. Ketika mereka melihat Perdana Menteri Liu Yun menggigit sesuatu pada kue biji wijen, mereka mengejeknya. Liu Yun hanya tersenyum dan berkata pada mereka bahwa kuenya enak.
Pengamatan lainnya mengenai pakaian Liu Yun menunjukkan bahwa, dibawah jubah kerajaan untuk pejabat, dia hanya mengenakan sehelai kemeja katun sederhana, sementara pejabat lain semua memakai kain tenunan yang mahal dan halus menutupi tubuh mereka. Rumah Liu Yun di Chang’an terletak di sebuah gang kecil pada bagian tenggara. Rumah tersebut terlihat seperti rumah biasa lainnya, tanpa langit-langit atau pilar yang berukir indah, menara atau kebun. Perabotannya tua, dan makanannya juga sangat sederhana. Ia tidak mempunyai banyak pelayan atau pembantu, dan istri serta anak-anaknya ikut mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Liu Yun memang sangat sederhana tetapi dia sangat gemar menolong orang lain. Sebagian besar penghasilannya digunakan untuk menolong orang-orang yang memerlukan. Banyak pelajar miskin mendapat bantuan keuangan darinya, sama seperti keluarga dan sahabatnya kurang beruntung. Ia adalah sosok yang sangat dikagumi oleh rakyat meskipun ia menjadi Perdana Menteri tetapi ia mau bermurah hati memperhatikan kepentingan orang banyak. Seperti yang Firman Tuhan katakan bahwa kita sebagai anak-anakNya haruslah murah hati seperti Bapa di Sorga karena itulah cara kita menyalurkan berkat Allah dan kemurahan hati Tuhan yang telah kita terima. ( zoe )

Refleksi : Bagi Liu Yun dengan kekuasaannya ia bisa menolong dan membantu banyak orang, bagaimana dengan kita ? apakah kita kelebihan kita kita juga bermurah hati kepada orang lain.


























MURAH HATI DAN KETULUSAN UNTUK MENOLONG
Minggu, 24 Februari 2008
Pilipi 4:5
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang

Disebuah rumah mungil dipinggir hutan, tinggal sebatang lilin kecil. Ketika hari menjelang malam pemilik rumah tersebut menyalakan lilin kecil itu. Tiba-tiba datang angin besar menerobos masuk ke jendela rumah itu. Wusshh! Si Lilin Kecil ini merasakan apinya telah padam. “Aduh, aku harus segera mencari cahaya, hari sudah semakin gelap”, kata Lilin Kecil dengan panik.
Si Lilin Kecil lalu keluar dari rumah itu dan berteriak kepada Paman Matahari, “Paman, bolehkah aku meminta sedikit cahayamu?”
“O o! Mana mungkin Nak, jarak kita kan terlalu jauh! Lagipula Paman harus segera pulang, karena malam akan tiba. Daah”, kata Paman Matahari dengan terburu-buru.
Hari sudah beranjak malam, si Lilin Kecil terus berjalan mencari cahaya. “Aduh!”, jerit Lilin Kecil, rupanya dia berlari dengan menggebu-gebu sehingga tidak melihat jalan dan menabrak tiang listrik. “Lilin Kecil hati-hatilah kalau berjalan,” kata Paman Tiang Listrik.
“Oh, maafkan saya, sebenarnya saya hanya ingin meminta sedikit cahaya, tetapi tidak ada yang menghiraukan saya,” kata Lilin Kecil tertunduk sedih.
“Sudahlah jangan bersedih hati,” kata Paman Tiang Listrik. “Paman punya teman kecil bernama Lampu Meja. Dia tinggal diseberang jalan itu. Cobalah menemuinya, mungkin dia bisa membantu masalahmu.”
Seketika itu wajah Lilin Kecil berubah gembira, setelah mengucapkan terima kasih kepada Paman Tiang Listrik. Lilin kecil pergi menemui si Lampu Meja.
“Cobalah masukkan sumbumu kedalam saklar itu, saya mendapatkan cahaya juga berasal dari sana”, saran si Lampu Meja. Si Lilin Kecil itu dengan tidak sabar menancapkan sumbunya kedalam saklar tersebut. Tetapi kok tidak terjadi reaksi apa-apa ya. Berulang kali dicobanya, namun tetap tidak berhasil. Si Lilin Kecil pulang dengan menundukkan kepala dan langkah gontai. Dia merasa benar-benar putus asa. Ketika pikirannya sedang berkecamuk sedih, tiba-tiba dia mendengar jeritan mengaduh. Oh, rupanya si Lilin Kecil lagi-lagi menabrak sesuatu. “Aduh! Maafkan saya Korek Api, saya tidak melihatmu karena saya sibuk memikirkan kemana lagi mencari cahaya,” kata Lilin Kecil. “Oh, kamu sedang mencari cahaya? Cepatlah julurkan sumbumu kesini, aku punya cahaya,” kata si Korek Api. “Waah, benarkah? Baiklah kalau begitu”, kata si Lilin Kecil penuh semangat. “Aduh Korek Api, Engkau baik hati sekali mau membantuku. Maukah engkau menjadi temanku?”
“Aku senang menjadi temanmu, Lilin Kecil. Ttt…tapi aku akan segera mati”, kata Korek Api dengan lemas.
“Tidak, tidak, aku tidak mau begini! Janganlah mati,” kata Lilin Kecil sambil menangis tersedu-sedu.
“Jjj…jangan sedih Lilin Kecil. Meskipun aku sudah tiada, tetapi cahayaku senantiasa berada di tubuhmu.”
Dan akhirnya si Korek Api itu benar-benar telah mati, namun cahaya Lilin Kecil telah menerangi rumah mungil itu sepanjang malam.
Nah teman-teman, Lilin Kecil ini menggambarkan sebuah ketulusan serta kemurahan hati untuk berkorban demi penerangan disekelilingnya, sedangkan si Korek api menggambarkan sebuah pengorbanan sampai akhir hayatnya juga demi orang lain. Persahabatan antara Lilin Kecil dan Korek Api walaupun sekejap, namun kemurahan hati untuk menolong dan ketulusan mereka telah memberikan manfaat yang besar kepada lingkungan yang ada. ( zoe )

Refleksi : Marilah kita berlomba-lomba untuk membantu dan menolong orang-orang yang ada disekitar kita.

















PENJELASAN GULUNGAN LAUT MATI ( 2 )
Bible Background
Senin, 25 Februari 2008

Segera setelah diumumkannya penemuan gulungan-gulungan kitab, debat ilmiah tentang asal usul dan pentingnya penemuan tersebut bergulir. Debat memanas ketika isi gulungan yang menakjubkan tersebut disebarluaskan secara bertahap.
Ketujuh gulungan asli, yang berasal dari "Gua Pertama", terdiri dari naskah-naskah berikut: (1) Salinan utuh dan terawat dari seluruh nubuat Yesaya - salinan kitab Perjanjian Lama tertua yang pernah ditemukan; (2) Sebagian gulungan yang berisi kitab Yesaya; (3) Tafsiran dua pasal pertama kitab Habakuk - peanfsir menjelaskan kitab tersebut secara alegoris menurut istilah yang dipakai oleh persekutuan Qumran; (4) "Manual Disiplin" atau "Aturan Komunitas" - sumber informasi paling penting tentang sekte keagamaan di Qumran - menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh mereka yang ingin bergabung dalam persekutuan tersebut; (5) "Himne Ucapan Syukur, suatu kumpulan 'mazmur' devosional bagi pengucapan syukur dan pujian kepada Tuhan; (6) sebuah parafrase kitab Kejadian berbahasa Aram; dan (7) "Aturan Perang" yang berisi kisah peperangan antara "Anak-anak Terang" (yaitu orang-orang Qumran) dengan "Anak-anak Kegelapan" (orang-orang Romawi?) yang akan terjadi pada "zaman akhir", yang diyakini oleh orang-orang Qumran akan segera tiba. Ketujuh gulungan pertama tersebut baru merupakan suatu awal. Lebih dari 600 gulungan dan ribuan fragmen (bagian dari kitab/gulungan, penerjemah) telah ditemukan di dalam kesebelas gua di daerah Qumran. Fragmen dari setiap kitab di Alkitab kecuali kitab Ester telah ditemukan, selain teks-teks non-Alkitab lainnya.
Salah satu penemuan paling menarik adalah sebuah gulungan tembaga yang harus dipotong sebelum dapat dibuka dan mengandung daftar 60 harta karun yang terletak di berbagai lokasi di Yudea (namun satupun belum pernah ada yang ditemukan)! Gulungan lainnya, yang ditemukan oleh para arkeolog Israel pada tahun 1967 di bawah lantai sebuah penjual barang antik di Betlehem, menjelaskan secara detil pandangan komunitas tersebut tentang tata ibadah Bait Suci yang rumit. Gulungan ini diberi nama "Gulungan Bait Suci." Isi gulungan-gulungan Laut Mati memberi indikasi bahwa para penulisnya adalah sekelompok imam dan orang awam yang mengejar kehidupan komunal dengan dedikasi penuh kepada Allah. Pemimpin mereka disebut "Guru Kebenaran". Mereka memandang diri mereka sebagai satu-satunya Israel yang benar - hanya mereka yang setia kepada Hukum Allah. Mereka menentang "Imam Jahat" - Imam Besar Yahudi di Yerusalem yang merepresentasikan kemapanan dan dengan berbagai cara telah menganiaya mereka. Imam jahat ini mungkin adalah salah satu pemimpin Makabe yang secara tidak sah telah mengangkat diri sebagai imam besar antara tahun 150-140 sM. Sebagian besar ahli mengidentifikasikan persekutuan Qumran dengan orang-orang Esseni, suatu sekte Yahudi pada zaman Yesus sebagaimana digambarkan oleh Josephus dan Philo.
Seperti apapun orang-orang Qumran, tulisan mereka memberikan kita gambaran latar belakang yang mengagumkan tentang salah satu aspek dunia religius yang didatangi Yesus. Sebagian ahli mencoba menarik kesejajaran antara tokoh-tokoh di dalam gulungan tersebut dengan Yohanes Pembaptis atau Yesus, namun penelitian objektif terhadap kesejajaran semacam itu menunjukkan bahwa perbedaannya jauh lebih besar daripada kemiripannya. Setiap hubungan antara Yesus dengan Qumran bersifat spekulatif dan sangat tidak mungkin. Pandangan bahwa Yohanes Pembaptis mungkin menghabiskan sebagian waktunya dengan komunitas Qumran mungkin saja karena kitab-kitab Injil menceritakan bahwa ia menghabiskan banyak waktu di padang gurun dekat dengan daerah dimana komunitas Qumran berada (Matius 3:1-3; Markus 1:4, Lukas 1:80; 3:2-3). Namun demikian, berita yang dibawa Yohanes sangat berbeda dengan konsep yang dikembangkan oleh persekutuan Qumran. Satu-satunya titik kesamaan adalah keduanya mengajarkan bahwa "Kerajaan Allah" sedang datang.
Salah satu sumbangan penting Gulungan-gulungan Laut Mati adalah banyaknya naskah Alkitab yang ditemukan. Sebelum penemuan Qumran, naskah Perjanjian Lama yang tertua disalin pada abad ke-9 dan 10 Masehi oleh sekelompok penyalin Yahudi yang disebut kaum Masoret. Sekarang kita memiliki naskah-naskah yang berumur 1000 tahun lebih tua dari sebelumnya. Kenyataan yang mengagumkan adalah bahwa naskah-naskah ini hampir identik! Inilah contoh nyata akan perhatian sungguh-sungguh yang diberikan oleh para penyalin Yahudi selama berabad-abad dalam usahanya menyalin Alkitab secara akurat. Kita dapat yakin bahwa Perjanjian Lama benar-benar menggambarkan kata-kata yang diberikan kepada Musa, Daud dan para nabi. ( zoe )









KEMURAHAN HATI KEPADA ORANG ASING
Selasa, 26 Februari 2008
Pengkhotbah 11:17
Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, ....

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal dilantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu. Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya. "Lho, dia ini juga hampir Cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun," pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh...!
Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, "Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi." Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar. "Aku rasa mungkin karena wajahku ... Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi..." Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: "Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang diluar sini, di beranda samping ini. Toh bis ku esok pagi-pagi juga sudah berangkat." Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di beranda. Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan. "Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan." Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat. Selesai dengan mencuci piring-piring, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit.
Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan ketubuhnya yang kecil ini. Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka ditulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur. Pada Allah untuk suatu ber-kat! Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa-rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya kekuatan untuk bisa terus maju dan bertahan. Saatnya tidur, kami bukakan ranjang lipat kain berkemah untuknya dikamar anak-anak. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di beranda. Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, "Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi." Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, "Anak-anak anda membuatku begitu merasa krasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak terganggu." Aku katakan
silahkan datang kembali setiap saat.
Ketika ia datang lagi, ia tiba pagi-pagi jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh-oleh, ia bawakan seekor ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar. Aku tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami.
Selama bertahun-tahun ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang Oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih. Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman dia menjadi makin bernilai...
Ketika aku menerima kiriman itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang. "Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!" Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya,mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah
mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah. ( renungan GKI )

Refleksi : Orang yang murah hati akan mendapatkan kasih Allah !





KISAH DUA PEDAGANG PERMEN
Rabu, 27 Februari 2008
Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati

Kisah ini pernah cukup populer tetapi saya sendiri tidak ingat lagi di mana untuk pertama kalinya kisah itu saya baca. Konon, di suatu jalan di depan sekolahan terdapat dua toko permen. Keduanya menjual jenis-jenis permen yang persis sama. Tetapi toko yang satu selalu pernuh dengan anak-anak yang berebutan membeli permen. Toko lainnya hampir tidak ada pembelinya. Para calon salesmen atau SPG disuruh mengamati mengalami sampai terjadi gejala aneh seperti itu. Sebagai hasil pengamatan ternyata pemilik toko yang ramai itu sangat pintar aritmatika dalam hal tambah menambah. Sedangkan pemilik toko yang lainnya juga sangat pintar aritmatika tetapi dalam hal kurang mengurang.
Pemilik toko permen yang ramai itu selalu mulai menimbang dalam dengan jumputan kecil. Kemudian ia terus menambahkan permennya sehingga dacingnya seimbang. Setelah seimbangpun ia masih menambahkan pula satu dua permen sehingga dacingnya berat ke sebelah permen daripada ke sebelah batu timbangan. Sebaliknya pemilik toko yang lain selalu mulai dengan sejumputan besar permen. Kemudian ia mengurangi permen itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya dacingnya seimbang. Selain daripada itu penjual permen yang murah hati itu juga murah senyum, senang bercanda, sehingga langsung disukai anak-anak. Lawannya seorang yang kikir senyum, bermata curiga dan bermulut kerang.
Ternyata pemilik toko yang satu memahami benar psikologi anak kecil. Anak-anak itu gembira setiap kali menyaksikan permennya ditambah dan ditambah. Bahkan sudah setimbangpun masih diberi kelebihan pula. Sedangkan lawannya kurang memahami psikologi anak kecil. Mereka melihat permen pada awalnya begitu banyak. Tetapi setiap kali dikurangi hati mereka menjadi ciut dan semakin ciut. Walaupun akhirnya dacingnya setimbang tetapi kesan setiap kali permennya dikurangi itu terus membekas di hati anak-anak. Sama sekali tidak ada kegembiraan berbelanja di sana. Sebaliknya di toko yang lain itu selain sudah seimbang masih diberi tambahan bonus lagi beberapa butir permen. Bagi saya filosofi pedagang permen yang laris itu bukan sekedar masalah memahami psikologi anak saja. Ia mengajarkan kepada saya bahwa nilai kemurahan hati lebih baik dan sekaligus lebih menguntungkan dibandingkan dengan kekikiran. ( zoe )

Refleksi : Kapanpun dan di manapun orang lebih menyukai dan menghargai kemurahan hati dibandingkan dengan kekikiran dan ketamakan.
































KERENDAHAN HATI KESUKAAN ALLAH
Father’s Heart
Kamis, 28 Februari 2008
Mazmur 149:4
Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan

Ketika kita terlahir sebagai seorang bayi, kita tidak dapat memilih apakah kita menjadi seorang bayi laki-laki atau perempuan. Kita tidak dapat memilih siapa orang tua kita, apakah hitam atau putih ? bahwa sejak dari semula kita diciptakan bukan oleh diri sendiri, dan kita tidak memiliki kemampuan atau kuasa dalam diri kita.
Kedua kaki anda yang masih terpijak, dengan segala kepandaian, pengetahuan yang terbatas membuktikan bahwa kita bergantung sepenuhnya kepada kuasa Allah. Jika Anda rindu bertumbuh, terus pancarkan sinar kerendahan hati dalam segala hal dan segala keadaan. Tak ada musuh yang lebih hebat dalam pertumbuhan rohani kecuali kesombongan, dan tak ada yang lebih mendorong pertumbuhan kecuali kerendahan hati.
Orang yang rendah hati, mudah dibentuk Tuhan. Orang yang angkuh akan sulit dibentuk karena hatinya yang keras. Seperti seongok tanah liat yang lembut di tangan seorang penjunan, akan mudah dibentuk olehnya menurut apa yang dipandangnya baik. Kita semua masih dalam proses pembentukan, dimana terus dibereskan, dipulihkan dan diubah dari hari ke hari untuk menuju kesempurnaan di dalam Kristus.
Ada banyak upah dalam rumah orang yang rendah hati. Ia akan mengalami penyertaan Tuhan. Kekayaan, kehormatan dan kehidupan adalah bagiannya. Kasih karunia dan kebenaranpun menjadi miliknya. Nikmati semuanya itu dan terus berjalan dalam kerendahan hati, karena Tuhan berkenan atasnya. ( school of healing )

Refleksi : Apakah anda sudah berjalan dengan mengandalkan Tuhan ataukah seringkali menggunakan kekuatan sendiri ?





































HARTAMU SANGAT BERHARGA ?
Jumat, 29 Februari 2008
Mazmur 107:43
Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

Di depan gerbang sebuah jembatan di salah satu kota Eropa, duduk seorang peminta-minta yang buta. Untuk mencari nafkahnya, ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang. Di depannya terletak kaleng kosong yang diharapkannya orang-orang yang lalu lalang merasa iba terhadapnya, dan melalui musik biola-nya, mereka akan memberinya sedikit uang. Begitulah pengemis miskin ini melakukan kebiasaannya setiap harinya.
Pada suatu hari, seseorang yang berpakaian sedikit rapih, berjubah panjang, datang menghampiri pengemis tadi dan meminta agar pengemis itu meminjamkan biola usangnya. Tentu saja dengan sigap pengemis itu menolak untuk meminjamkan kepada orang yang baru dikenalnya, apalagi dia tidak dapat melihat rupa orang tersebut, maka berkatalah pengemis itu "Tidak! Ini adalah hartaku satu-satunya yang sangat berharga!".
Pendatang ini tidak putus asa, dan membujuk lagi si pengemis agar mau meminjamkan biolanya tersebut hanya untuk sebuah lagu. Akhirnya seperti ada rasa kepercayaan pada pengemis buta itu, lalu dengan perlahan ia memberikan biola tuanya kepada pendatang tersebut. Pendatang tersebut mengambil biola tersebut, dan mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu merdu. Suara biola yang begitu bening di tangan si pendatang membuat orang yang lalu lalang berhenti dan mereka mulai berkeliling mengelilingi si pendatang dan pengemis tersebut. Begitu merdu dan bagusnya permainan biola si pendatang tersebut membuat semua orang terpaku, dan si pengemis buta ternganga tak dapat mengucap sepatah katapun. Kaleng yang tadinya kosong tanpa disadari kini telah penuh dengan uang, dan lagu demi lagu telah dimainkan oleh si pendatang tersebut.
Akhirnya tiba waktunya si pendatang ini harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola tersebut kepada si pengemis. Si pengemis sambil berurai air mata haru, bertanya: "Siapakah anda orang budiman?". Si pendatang tersenyum ramah dan dengan perlahan menyebutkan namanya "Paganini". Semua orang terdiam, karena mereka mengenal akan nama itu, ya seorang maestro biola. Paganini, telah memberikan banyak berkat kepada sang pengemis yang telah bersedia memberikan harta kesayangan satu-satunya untuk dipergunakan oleh sang maestro.
Demikian jugalah dalam kehidupan kita mengiring Yesus, adakah kita sudah rela memberikan seluruh harta kekayaan kita kepada Yesus ? ( zoe )

Refleksi : Sebab sekiranya kita ingin diberkati oleh Tuhan Yesus maka kebenaran Firman Tuhan mengatakan : "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Matius 19:21)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home